Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari calon pengguna mobil listrik adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya baterai sampai penuh. Jawabannya ternyata tidak tunggal, karena durasi pengisian sangat bergantung pada jenis charger, kapasitas baterai, dan daya listrik yang digunakan.
Secara umum, waktu pengisian daya mobil listrik berkisar antara 30 menit hingga lebih dari 10 jam. Untuk memahami perbedaannya secara lebih lengkap, Anda bisa membaca panduan electric vehicle charging di AstraOtoShop. Namun agar lebih ringkas, berikut rangkuman lengkap mengenai estimasi waktu cas mobil listrik berdasarkan jenis pengisian dayanya.
Faktor yang Memengaruhi Lama Waktu Cas Mobil Listrik
Sebelum membahas estimasi waktunya, penting untuk memahami beberapa faktor yang membuat durasi pengisian daya setiap mobil listrik berbeda-beda:
- Kapasitas baterai (kWh): semakin besar kapasitas baterai, semakin lama waktu pengisian yang dibutuhkan.
- Jenis charger yang digunakan: AC (arus bolak-balik) atau DC (arus searah/fast charging).
- Daya listrik yang tersedia: mulai dari stop kontak rumah, wallbox, hingga SPKLU berkapasitas tinggi.
- Kondisi baterai saat mulai pengisian: baterai yang hampir habis membutuhkan waktu lebih lama dibanding baterai yang masih tersisa separuh.
Estimasi Waktu Cas Mobil Listrik Berdasarkan Jenis Pengisian
Berikut tabel perkiraan waktu pengisian daya mobil listrik sampai penuh berdasarkan jenis charger yang digunakan.
| Jenis Pengisian | Daya Listrik | Estimasi Waktu Penuh |
| Stop kontak rumah biasa | ± 2,3 kW | 10 – 20 jam |
| Home charger / wallbox (AC) | 7 – 7,4 kW | 4 – 8 jam |
| Slow/AC charging di SPKLU | 7 – 22 kW | 4 – 8 jam |
| Fast charging (DC) di SPKLU | 50 kW | 30 – 90 menit (hingga ±80%) |
| Ultra fast charging (DC) | 150 – 350 kW | 15 – 30 menit (hingga ±80%) |
- Pengisian di Rumah (Stop Kontak Biasa)
Menggunakan stop kontak listrik rumah standar dengan daya sekitar 2,3 kW merupakan opsi paling lambat, biasanya membutuhkan waktu 10 hingga 20 jam atau bahkan lebih tergantung kapasitas baterai. Metode ini cocok untuk pengisian semalaman dan lebih berfungsi sebagai cadangan darurat.
- Home Charger atau Wallbox (AC)
Pemasangan wallbox di rumah dengan daya 7 hingga 7,4 kW memungkinkan pengisian jauh lebih cepat, yaitu sekitar 4 hingga 8 jam hingga penuh. Metode ini menjadi pilihan favorit karena mobil bisa diisi semalaman dan siap digunakan kembali di pagi hari.
- Slow/AC Charging di SPKLU
SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) juga menyediakan charger AC dengan daya 7 hingga 22 kW. Waktu pengisiannya relatif mirip dengan wallbox di rumah, yaitu sekitar 4 hingga 8 jam tergantung kapasitas baterai kendaraan.
- Fast Charging (DC)
Fast charging DC dengan daya sekitar 50 kW mampu mengisi baterai hingga sekitar 80% hanya dalam waktu 30 hingga 90 menit. Metode ini paling sering digunakan di rest area atau SPKLU sepanjang jalur mudik dan perjalanan jarak jauh.
- Ultra Fast Charging (DC)
Beberapa SPKLU generasi terbaru sudah dilengkapi charger DC berdaya sangat tinggi, mulai dari 150 hingga 350 kW. Dengan teknologi ini, baterai bisa terisi hingga 80% hanya dalam 15 sampai 30 menit, bahkan ada model mobil listrik tertentu yang bisa terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 18 menit.
Mengapa Pengisian Biasanya Berhenti di 80%?
Banyak fast charging di SPKLU dirancang untuk mengisi daya secara cepat hanya sampai sekitar 80% kapasitas baterai. Hal ini karena kecepatan pengisian akan melambat secara signifikan setelah melewati 80%, sebagai bagian dari mekanisme perlindungan baterai agar tetap awet dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pada perjalanan jarak jauh, sebagian besar pengguna mobil listrik memilih mengisi daya hingga 80% saja lalu melanjutkan perjalanan.
Kesimpulan
Lama waktu cas mobil listrik sampai penuh sangat bervariasi, mulai dari 15 menit dengan ultra fast charging hingga 20 jam menggunakan stop kontak rumah biasa. Untuk penggunaan harian, home charger atau wallbox menjadi pilihan paling praktis, sementara fast charging di SPKLU lebih cocok digunakan saat perjalanan jauh. Dengan memahami jenis-jenis pengisian daya ini, Anda bisa merencanakan perjalanan dengan mobil listrik secara lebih efisien dan tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.


